TIRTOMOYO– Di tengah hiruk-pikuk modernitas, siswi SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo berhasil mencuri perhatian melalui penampilan Tari Soyong pada acara Penyerahan Kembali Siswa Kelas XII Angkatan 22. Tarian tradisional ini ditampilkan dengan apik, membawa pesan pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Tari Soyong merupakan karya seni tari yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini lahir dari tangan dingin Drs. Untung Mulyana, A.T. Hum. melalui Sanggar Kembang Sore. Secara etimologi, istilah “Soyong” diserap dari bahasa Melayu yang berarti “Sayang”.
Secara mendalam, Tari Soyong menggambarkan fase kehidupan seorang gadis yang sedang berada dalam masa “kemayu-kemayunya”. Dalam konteks ini, kemayu merujuk pada momen di mana seorang perempuan mulai menunjukkan:
Tari Soyong memancarkan pesona dan keanggunan melalui setiap gerak tubuh yang terjaga, di mana kelembutan sikap sang penari tercermin secara nyata dalam setiap transisi gerakan yang halus dan mengalir. Seluruh rangkaian koreografi ini menggambarkan sebuah penghayatan diri yang mendalam, merepresentasikan kepercayaan diri yang tumbuh secara santun serta memikat dalam balutan etika dan kesantunan yang luhur.
Dalam penampilannya di acara Penyerahan Kembali Siswa SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo, para penari berhasil membawakan gerakan-gerakan yang gemulai namun penuh tenaga. Setiap ayunan tangan dan langkah kaki dilakukan dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana yang anggun sekaligus memikat hati para hadirin, termasuk orang tua siswa dan tamu undangan.
Keberhasilan penampilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif Intan Angesti Wening, S.Pd. Selaku pembimbing tari, beliau menekankan bahwa proses latihan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa, bukan sekadar olah gerak fisik.
“Seni bukan sekadar tarian atau musik, melainkan ekspresi rasa, pikiran, dan imajinasi untuk menciptakan keindahan dalam wujud karya. Melalui Tari Soyong, kami ingin menunjukkan bahwa keanggunan sejati muncul dari kelembutan sikap dan tata krama. Saya bangga para siswi mampu membawakannya dengan penuh penghayatan, kedisiplinan, dan rasa sayang terhadap budaya,” ujar Intan.
Penampilan ini juga menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap karya Drs. Untung Mulyana. Dengan membawakan Tari Soyong, SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo turut berkontribusi dalam menjaga eksistensi seni tari asal Jawa Timur tersebut agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda, khususnya di lingkungan pendidikan.
Melalui perpaduan antara busana yang artistik dan gerak yang filosofis, Tari Soyong sukses menjadi salah satu highlight yang memberikan kesan mendalam bagi seluruh keluarga besar Angkatan 22 SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo.