Tirtomoyo – Suasana khidmat menyelimuti SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo saat menggelar acara “Penyerahan Kembali” bagi 182 siswa Kelas XII Angkatan 22 Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung pada Sabtu (2/5) ini menjadi tonggak penting bagi para siswa sebelum menghadapi pengumuman kelulusan resmi yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang.
Acara dimulai dengan kemeriahan pra-acara berupa Fashion Show yang memukau. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan panggung unjuk gigi bagi siswa jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) untuk memamerkan karya busana orisinal hasil rancangan mereka sendiri.
Setelah penampilan kreatif, suasana beralih menjadi formal dan religius dengan rangkaian pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan Mars Sang Surya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta kata pamitan yang menyentuh hati dari perwakilan siswa kelas XII.
Kepala SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo, Istanto, S.Kom., M.Pd., dalam sambutannya secara simbolis menyerahkan kembali tanggung jawab pendidikan siswa kepada orang tua masing-masing. Beliau memberikan pesan moral yang mendalam kepada calon lulusan:
“Manfaatkanlah ilmu yang telah didapat untuk kebaikan. Jika kalian belum mampu membahagiakan orang tua dalam waktu dekat, setidaknya berjanjilah untuk tidak merugikan orang lain melalui perilaku kalian,” pesan Kepala SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo, Istanto, S.Kom., M.Pd.
Dukungan juga datang dari berbagai instansi terkait. Ketua Komite Sekolah, Bp. Rohmad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara sekolah dan wali murid. Sementara itu, Camat Tirtomoyo, Bp. Suyatno, S.IP., MM., hadir memberikan orasi motivasi yang membakar semangat para siswa untuk terus berjuang di jenjang kehidupan berikutnya.
Kemeriahan acara juga didukung oleh penampilan seni dari paduan suara “The Voice of Mu-Six” dan Tari Soyong. Nuansa religius semakin kental saat doa penutup dipanjatkan oleh Ketua PCM Tirtomoyo, Bp. Saryono, S.Pd., M.Pd.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana haru memuncak pada prosesi Sungkeman. Dilaksanakan di ruangan khusus, momen ini menjadi ruang emosional bagi para siswa untuk bersimpuh di hadapan orang tua, memohon maaf atas kesalahan masa lalu, serta meminta restu demi kelancaran perjalanan hidup dan karier mereka di masa depan.